space iklan Anda, hubungi : 031-71930482 / 081 21 7475 660 atau email : neotuxer1031@gmail.com

Friday, November 20, 2009

Kisah-Kisah Tragis Sekitar Kita

Beberapa hari tidak sempat untuk update blog karena menghimpun beberapa berita yang ada di sekitar kita, yang mungkin beberapa diantaranya membuat miris dan selalu beristighfar, berita-berita tersebut antara lain :

Kisah Wanita Pecandu Aborsi
Puerto Rico, Mendengar kisah seorang wanita asal Puerto Rico yang melakukan 15 kali aborsi dalam 15 tahun akan terasa sangat miris dan menyedihkan. Irene Vilar, wanita yang menulis buku Impossible Motherhood itu pun dijuluki sebagai wanita pecandu aborsi.

Irene Vilar adalah wanita yang terlahir di Puerto Rico pada tahun 1974, dimana saat itu sebanyak 37 persen wanita yang sudah berkeluarga dimandulkan untuk berpartisipasi dalam sebuah studi yang dilakukan Amerika tentang pemakaian pil aborsi.

Wanita yang mengaku telah melakukan 15 kali aborsi dalam 15 tahun itu dilahirkan dari keluarga berantakan. Ibunya adalah seorang pecandu dan pernah menjalani operasi saluran kemih yang memicunya depresi dan akhirnya meninggal dunia karena bunuh diri. Ayah dan kedua kakak laki-lakinya pun merupakan pecandu heroin.

Pada saat duduk di bangku kuliah, Vilar bertemu dengan seorang profesor berumur 50 tahun yang akhirnya menjadi suaminya. Pernikahannya tidak berjalan dengan baik karena sang suami tidak pernah ingin memiliki anak. Ia percaya bahwa memiliki anak hanya akan menghilangkan keinginan dan kemampuan seksualnya.

Selama pernikahannya dengan sang suami yang lebih tua 34 tahun darinya, vilar sudah melakukan 12 kali aborsi. Sejak awal, suaminya selalu berkata bahwa ia menyukai wanita muda dan tidak gampang sakit hati. Ia pun mengatakan bahwa wanita yang punya anak hanya akan menjadi korban gender dan tidak bisa menikmati kebebasan.

Vilar pun menjadi stres dan selalu mencoba membunuh jabang bayi yang dikandungnya setiap kali ia hamil. Namun anehnya, ketika ia sudah berhasil menggugurkan kandungannya, ia jadi ketagihan untuk melakukannya lagi. Ia merasa harus melakukan sesuatu untuk melukai dirinya sendiri.

"Saya selalu mengonsumsi pil aborsi setiap kali hamil. Tapi setelah aborsi yang ke-9 dan 10, saya merasa ada sesuatu yang kurang jika tidak melakukannya lagi. Lalu ketika hamil lagi, saya merasa senang karena dapat melakukan aborsi lagi," ujar Vilar seperti dikutip dari Jezebel, Jumat (9/10/2009).

Vilar akhirnya mengakhir perkawinannya dengan sang professor pada tahun ke-8 pernikahannya. Ia merasa tidak tahan lagi dengan sikap suaminya yang narsis dan suka mengatur.

Ia pun mengaku bahwa keberaniannya membuat buku yang berjudul Impossible Motherhood terinspirasi dari kisah keluarganya yang sebagian besar pecandu narkoba dan juga keadaan ekonominya yang terpuruk.

Namun dalam bukunya itu banyak pertanyaan yang tidak terjawab seperti bagaimana ia bisa hamil beberapa kali? Apa yang terlintas di kepalanya saat melakukan aborsi atau sudah pernahkah ia mencoba cara lain untuk mencegah kehamilan seperti pemakaian kondom?

Para ahli mengatakan bahwa Vilar mungkin mengalami gangguan mental. Namun mereka tidak terlalu terkejut dengan kasus yang dialami Vilar, karena hampir 10 persen wanita yang melakukan aborsi berulang-ulang, biasanya akan kecanduan dan terus melakukannya lagi.

Meskipun Vilar merasa tindakannya sudah membuatnya ketagihan, namun ia merasa sangat terganggu dan tidak ingin ada orang lain yang melakukan hal yang sama seperti dirinya.

sumber : health.detik.com

Anak Manajer Bioskop 21 di WTC Serpong Diperkosa dan Digorok
TANGERANG (Pos Kota) - Peristiwa pembunuhan anak manajer bioskop 21 di WTC Serpong, Tangerang Mingu petang, membuat gempar tetangganya.

Saat itu warga sekitar tak menyangka jika anak pertama pasangan Suyanto dan Ny Sriatun ini merupakan korban pembunuhan. Pasalnya sebelum rumah korban terbakar, Feby berteriak minta tolong dengan luka penuh sayatan.

Ny Sri Mulyani, tetangga korban yang saat itu berada di luar rumah terkejut melihat rumah anak manjer bioskop 21 tersebut terbakar. Tak lama berselang, Feby pun berlari keluar rumah dengan luka sayatan. Ny Sri Mulyani pun kemudian membawa Feby ke RS Sari Asih, Sangiang.

Namun nyawa gadis berkulit putih ini tak terselamatkan. Feby tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Warga sekitar pun sibuk berusaha memadamkan api yang membakar rumah korban.

Si jago merah pun ikut membakar rumah Apu, tetanga korban yang saat itu tidak berpenghuni. Kedua rumah tersebut ludes dilalap si jago merah.

DIPERKOSA

Feby, anak manajer bioskop 21 tewas digorok di dalam rumahnya, di Perumahan Villa Tangerang Indah Blok AF1 No 21 Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Priuk, Jatiuwung Kota Tangerang Minggu (1/11) sore.

Kuat dugan motif pembunuhan ini berlatar belakang dendam, karena barang-barang korban tidak ada yang hilang. Selain lehernya digorok, korban mengalami luka bakar.

Siswi kelas II SMP ini tewas dengan luka sayatan di leher dan tangannya. Sebelum dibunuh, gadis malang ini juga diduga diperkosa, karena dijenazah korban terdapat cairan putih di kelamin korban.

Foto Bugil Finalis Putri indonesia 2008
Kesucian ajang kontes kecantikan putri indonesia ternodai. belakangan beredar photo bugil finalis putri indonesia 2008 yang benama Ayu Wandira dari Sulawesi Tengah. ntah apa latar belakang dari Ayu Wandira melakukan foto syur tersebut. ntah foto tersebut asli atau hasil editan tangan jahil ntah lah.

semoga saja foto hasil editan ya. bagi mau lihat fotonya bisa dicari di google. foto yang beredar ini tergolong vulgar. karena beberapa merupakan photo topless. bahkan tanpa busana sehelai benang pun. benar-benar telanjang. kalau mau download versi komplit alias uncensored lengkapnya bisa cari sendiri.

sumber : lintasberitas.com

Berhubungan Intim dengan Mayat Sejak Zaman Mesir Kuno
DALAM ilmu seksologi, berhubungan seks dengan mayat dikenal dengan istilah nekrofilia. Dalam bahasa Yunani, nekro berarti mayat. Kelainan ini disebut juga thanatofilia atau necrolagnia.

Ada 3 tipe penderita nekrofilia. Pertama, necrophilic homicide, penderitanya harus membunuh terlebih dahulu untuk mendapatkan mayat dan memperoleh kepuasan seksual. Kedua, regular necrophilia, si penderita hanya menggunakan mayat yang sudah mati untuk memperoleh kesenangan seksual.

Ketiga, necrophilic fantasy, si penderita berfantasi berhubungan seks dengan mayat, tetapi tidak melakukannya. Teori tentang motif seseorang melakukan penyimpangan seks yang pertama disebabkan ia takut berhubungan dengan normal. Ia takut terjadi penolakan yang otomatis mempengaruhi psikologis dan aktivitas seksualnya. Mayat adalah objek seksual yang dianggap tidak akan dapat melawan atau menolak keinginannya dalam berhubungan seksual.

Melihat kasus Iwan maka hal ini masuk akal. Iwan agaknya bertepuk cinta sebelah tangan. Kebaikan Alia disalahartikan oleh Iwan. Untuk mendapatkan cinta Alia, Iwan menempuh cara tidak manusiawi. Perbuatan menyimpang itu sebenarnya bukan hal baru. Sejarah Mesir Kuno ribuan tahun lalu mencatat, para suami yang takut mayat istrinya diperlakukan tak senonoh oleh pembalsem, menyimpan mayat istrinya di rumah sampai benar-benar membusuk.

Salah satu yang menjadi legenda hingga kini adalah Raja Herod yang membunuh istrinya, kemudian berhubungan seks dengan mayatnya selama lebih dari 7 tahun. Sementara pada beberapa kebudayaan kuno aktivitas itu dijadikan media berkomunikasi dengan jin. Dalam lintasan sejarah, tercatat Sersan Bertrand dari resimen ke-74 militer Prancis pernah membongkar kuburan beberapa wanita dan berhubungan seks dengan mayat wanita itu.

Guido Henckel von Donnersmarck (mati 1916) juga diduga melakukannya dengan mayat istri pertamanya yang ia simpan dalam tangki alkohol raksasa. Ada juga orang bernama Henri Blot yang membongkar kuburan seorang penari balet, Fernande Mery, pada Maret dan Juni 1886 dan berhubungan seks dengan mayat itu.

(wen/berbagai sumber)BANGKA POS


Kemasan Kondom Bergambar Beckham
Madrid – David Beckham memiliki daya tarik tersendiri, selain menjadi model Giorgio Armani, kini ‘Becks’ merambah iklan kondom, nah lho?

Museum The Thyssen-Bornemisza di Madrid menampilkan beberapa kondom baru, dengan berbagai macam foto di bungkus kondom itu, dari koleksi Tears of Eros.

Dan salah satu foto dari museum yang memajang puluhan kondom terbaru itu adalah foto Beckham sedang tertidur yang diambil fotonya oleh Sam Taylor, dimana foto asli tersebut dipasang di Galery Foto Nasional London tahun 2004.

Baroness Thyssen yang mendirikan museum Madrid ini, dengan cepat mementahkan reaksi negatif yang memasang foto Bekcham tercetak dalam bungkus kondom tersebut.

“Saya melihat tidak ada alasan kenapa semua orang harus dipertentangkan. Ini cara menjadikan seni sebagai bentuk kebebasan dan tanggungjawab bersama,” kata Baroness seperti dikutip dari The Sun.

Selain untuk seni, Baroness melihat ini juga dapat digunakan sebagai ajang kampanye untuk kehidupan seks yang lebih sehat dan bertanggungjawab di seluruh Spanyol.

Sumber : INILAH.COM
 

Perut Cicin Penuh Silet, Kawat, dan Tusuk Konde
SITUBONDO, TRIBUN – Masih ingat Noorsyaidah, perempuan asal Samarinda yang terus menahan derita karena di dalam perutnya bersarang banyak kawat tajam? Ternyata penderitaan sejenis menimpa perempuan asal Situbondo, Cicin Listi Vitasari.

Perempuan usia 30 tahun, warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, itu terpaksa harus menahan sakit selama tiga bulan lebih karena di dalam perutnya bersarang benda-benda tajam berbahaya, seperti pisau silet lipat, kawat, biji stapler, jepit rambut, dan tusuk konde.

Cicin kini dirawat di ruang Dahlia nomor 6 RSUD Situbondo, sejak 25 Agustus lalu. Keluarganya tidak percaya ketika hasil rontgen memperlihatkan bahwa beberapa benda berbahaya itu bersarang di perut Cicin.

Ia pun hanya bisa menahan sakit karena tim dokter belum bisa berbuat apa-apa. Langkah pembedahan melalui operasi tidak bisa dilakukan dengan alasan kondisi Cicin masih lemah. Perut Cicin bahkan terlihat semakin membesar dan kondisi kesehatannya terus menurun.

“Saya terkejut dan tidak percaya, ketika tahu penyakit Cicin seperti ini. Ada banyak benda logam di dalam perutnya,” ujar HM Suwalis, ayah Cicin kepada Surya, Jumat (28/8).

Suwalis mengaku sudah dua kali membawa Cicin untuk opname di RSUD Situbondo. Namun, setelah dilakukan rontgen dan terlihat benda-benda logam tersebut, terpaksa Cicin kembali dibawa pulang karena dokter tak bisa mengobatinya.

“Saya kemudian berpikir, penyakit ini mungkin tidak cukup hanya melalui jalan medis, tetapi harus melalui cara penyembuhan alternatif. Masuk dari mana semua benda logam itu, sedangkan anak saya tidak mungkin memakan benda-benda itu,” ujar Suwalis.

Suwalis juga mengaku kecewa dengan pelayanan pihak rumah sakit yang menurutnya tidak segera mengambil langkah untuk mengoperasi perut anaknya untuk mengeluarkan benda-benda berbahaya tersebut. Pihak rumah sakit hanya menyarankan agar Cicin dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya atau ke RS Soebandi Jember.

“Sejak awal seharusnya pihak rumah sakit memberi tahu kepada keluarga kami kalau memang tidak memiliki kelengkapan peralatan medis. Jangan lalu anak saya digantung nasibnya seperti ini, kasihan dia sering mengeluh kesakitan,” pungkas Suwalis.

Cicin sendiri tidak mau diwawancarai, dengan alasan mulutnya juga terasa sakit untuk bicara. Ia juga mengeluh bahwa ada gangguan pada pernapasannya. Ia hanya tergolek lemas di tempat tidur. Selang infus dan transfusi darah menancap di lengan kirinya. Bahkan, kedua lubang hidungnya harus diberi selang oksigen.  

Ciuman Julia Perez Laku Rp 10 Juta Untuk Amal
Julia Perez ikut meramaikan acara lelang amal untuk korban gempa Jawa Barat. Ciuman di pipi dari perempuan yang akrab disapa Jupe itu pun laku Rp 10 juta.

Dalam acara yang diselenggarakan di MU Cafe, Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2009) malam, Jupe berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar Rp 20 juta. Separuhnya berhasil didapat Jupe dari lagu 'Belah Duren'.

"Tadinya takut nggak ada yang nawar, tapi akhirnya ditawar juga," ujar Jupe usai acara, Kamis (17/9/2009).

Jupe mengaku aksi cium pipi tersebut dia lakukan dengan spontan. Menurut Jupe itu seperti salam cium pipi kiri dan kanan yang biasa ia lakukan dengan sahabat. Apakah sang kekasih, Gaston Castano tak cemburu?

"Nggaklah. Nggak kok," jawabnya sambil tersenyum.

sumber : detik.com  

Pengemis Terkaya di Indonesia
Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

[Image: 5373large1.jpg?w=300&h=358]

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004. *** Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik. Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar. 

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap. Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurut dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya. Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat. Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga. Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas.

Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya. Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya. Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya. Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya. Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah. Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng. Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur. Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan. Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri. Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan…

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari. Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan. Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya. Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya. Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti…

sumber : k-a-s-k-u-s.us 

Anak Jual Orang Tua Rp1,5Juta Di Internet
Connecticut - Seorang anak di Connecticut, Amerika Serikat, bikin heboh dengan menjual kedua orang tuanya sendiri di situs klasifikasi iklan, Craigslist. Pelaku bernama Michael Amatrudo bahkan cuma membanderol harga yang sangat murah, yakni US$ 155 atau sekitar Rp 1,5 juta.

"Orang tua yang benar-benar sempurna seharga US$ 155. Aku telah mendapat banyak manfaat dari keduanya, namun sekarang waktunya untuk melangkah. Mereka berdua dalam kondisi bagus. Mereka masih akan hidup cukup lama..." demikian tertera dalam iklan bersangkutan.

Matrudo mengaku sering mengunjungi Craiglsit dan sering pula keheranan dengan barang-barang unik yang dijual pengunjung demi mendapat uang. Itu membuatnya ingin mencoba hal yang sama.

"Aku pun coba menjual sesuatu yang unik," tukas Amatrudo yang dikutip detikINET dari FOX 61, Selasa (1/9/2009). Tentunya, Amatrudo tidak benar-benar berniat menjual orang tuanya melainkan hanya dimaksudkan untuk candaan.

Dan ternyata, banyak orang yang mengirimkan e-mail tanggapan terkait iklan itu. Namun sebagian besar dari mereka tahu bahwa iklan tersebut tidak sungguhan.

Lalu bagaimana tanggapan orang tua Amatrudo mengetahui ulah anaknya yang kurang ajar? Rupanya mereka sama sekali tidak marah dan malah menanggapinya dengan nada canda.

"Aku tidak terkejut. Semua anakku punya rasa humor. Kami suka itu," tukas Arlene Amatrudo, ibu dari Amatrudo.

sumber : detikInet.com   

Penghasilan Pengemis di Jakarta Tembus Rp4 Juta perbulan
Jadi pengemis di Jakarta ternyata memang sangat menggiurkan, apalagi bekerja sendirian.

Dari penelusuran Berita8.com, Senin (31/8) Kus (47) wanita asal Karawang mengatakan bahwa penghasilan mengemis di Jakarta lebih besar dari gaji tukang cuci baju bahkan kantoran.

"Kalau dihitung pengasilan lebih besar dari penghasilan tuka cuci baju atau kantoran," kata pengemis yang mangkal di wilayah Jalan Ragunan, Jakarta Selatan.

Dia juga mengaku jika dalam satu bulan bisa mengantongi Rp 1,3 juta sampai Rp 3,5 juta bahkan tembus Rp 4 juta lebih.

Dalam mengemis, wanita yang selalu menggendong anak ini mengaku tidak bekerja sendirian, bersama teman seprofesinya sebagai pengemis dia juga sering menjadi buruan Satpol PP DKI Jakarta.

"Habis bagaimana lagi, kerja gajinya kecil tidak cukup mas," sambungnya.

Sementara itu catatan Dinas Sosial DKI Jakarta jumlah PMKS di Ibukota bisa tembus angka 17.000 yang tersebar di 72 titik, terutama di Jakarta Barat dan Timur.

Di Jakarta sendiri Peraturan Dearah (Perda) No 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum (tibum) tidak melarang warga bersedekah tapi mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menertibkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi.

sumber : berita8.com

[video] Bocah 10 Tahun Dijadikan Pembantu dan Disiksa
Seorang bocah berumur 10 tahun, diduga dijual orangtuanya untuk menjadi pembantu rumah tangga. Ironisnya sang majikan tidak memperlakukannya secara manusiawi.



sumber : http://www.tvone.co.id/ 

0 comments:

Post a Comment