space iklan Anda, hubungi : 031-71930482 / 081 21 7475 660 atau email : neotuxer1031@gmail.com

Sunday, January 17, 2010

Linux itu ... ?

Untuk yang satu ini mungkin saya sedikit bingung menjawabnya, karena saya pun sampai hari ini hanya berpatokan pada apa yang menurut saya benar tentang definisi Linux. Ya, Linux itu menurutku sistem operasi selain Windows, tapi apakah definisi itu tepat...hmm...saya tidak berani mengiyakannya. Karena beberapa sumber merujuk bahwa Linux itu Kernel, wah kalau sudah begini pertanyaan selanjutnya adalah apa itu Kernel? Ya, pertanyaan berantai akan mengiringinya. Tapi, definisi saya itu juga tidak sepenuhnya salah namun sifatnya provokatif dan cenderung tendensius, toh banyak juga sumber yang mengatakan Linux itu sistem operasi selain Windows. Mengapa provokatif dan tendensius? Ya karena menyebutkan Windows, salah satu sistem operasi yang sebenarnya menurut saya tidak layak disebut sistem operasi modern, karena sifatnya yang tertutup dan tidak bisa mengikuti kemauan si empunya. Apalagi belakangan disebut bahwa Windows jiplak dari sistem operasi yang lain, yang seharusnya jika konsisten maka Windows harus membayar royalti kepada yang dijiplak itu. Hehehe, namun lebih jauh lagi saya lebih suka Windows itu sistem operasi kapitalis, bagaimana mungkin? Lha iya dong, tiap kali kita install Windows kita dikenakan biaya besar hanya untuk 1 komputer. Waduh koq jadi ngomongin Windows sih, padahal kan maunya testimonial tentang Linux. Hehehe, oke cukup deh dan saya kembalikan kepada anda testimonial Windows berdasarkan asumsi dan pengalaman anda masing-masing.

Sebenarnya ada yang lebih elegan untuk menjawab pertanyaan judul tulisan ini. Jawaban itu adalah :
Linux adalah sistem operasi  berbasis UNIX yang dapat berjalan di berbagai macam perangkat keras
terutama di PC berbasis Intel x86. Dikatakan berbasis UNIX karena Linux dikembangkan menurut
standar   yang   dimiliki   UNIX   dan   kemampuan   yang   sama   dengan   UNIX.   Artinya   Linux   memiliki
kemampuan baik sebagai server maupun workstation layaknya UNIX.

Dan enaknya lagi Linux sangat didukung oleh lisensi yang digunakan oleh Linux yaitu GNU General Public License (GNU GPL). Secara singkat GNU General Public License memungkinkan suatu aplikasi (termasuk sistem operasi) untuk secara bebas digunakan dan disebarluaskan dimana pengguna/penerima software berhak menerima kode asal (source code) dari aplikasi tersebut beserta
semua hak yang diijinkan oleh penulis asli. Aplikasi tersebut dapat dimodifikasi maupun digunakan dalam aplikasi lain dimana lisensi dari aplikasi perubahan/baru tetap pada GNU GPL . Penulis asli hanya  bertanggungjawab pada kode asli dan  tidak  bertanggungjawab terhadap implikasi perubahan yang dilakukan pada aplikasi tersebut. Penyebarluasan aplikasi yang telah dirubah tetap mencantumkan penulis asli , kode asli, kode perubahan yang ditambahkan dan penanggungjawab perubahan tersebut. Dengan GPL bukan berarti tidak memungkinkan adanya komersial, paling tidak biaya dapat ditarik dari biaya kopi media distribusi. Jasa layanan seperti dukungan teknis dapat merupakan produk komersial. Jadi Linux juga tidak 100% gratis. Contohnya begini, kalau anda ingin ngopy Linux yang saya punyai maka anda akan membayar cd yang dipakai untuk media Linux tersebut dan apabila saya mengantarkan cd tersebut ke tempat anda maka anda akan juga dikenakan jasa pengiriman atas cd tersebut. Hehehe, namun uang yang dikeluarkan jauh lebih sedikit jika anda membeli Windows bukan?



Namun kendala di lapangan tidak berhenti sampai menjelaskan definisinya, banyak kendala lain yang menanti antara lain :
  • Bagaimana instalasinya
  • Bagaimana cara mengoperasikannya
  • Bagaimana kompabilitasnya dengan hardware
  • dan lain sebagainya
Pertanyaan yang menurut saya lazim karena selama ini kita terkungkung dalam ketertutupan. Artinya saat kita mengenal komputer maka kita tidak bisa memilih sistem operasi mana yang akan kita gunakan. Maklum deh, hampir 90% orang yang belajar komputer akan disuguhi Windows sebagai satu-satunya sistem operasi yang dijejalkan. Hal ini berbeda dengan mereka yang pada waktu awal mengenal komputer telah diberikan kebebasan sistem operasi Linux.

Sebelum lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui sejarah Linux ini. Sejarah Linux ini dimulai pada tahun 1983, saat itu Richard M. Stallman menggagaskan ide kalau sebuah software itu harus bersifat free software, free software ini bukan berarti gratis, tetapi bebas, bebas dalam arti anda bisa menjalankan program tersebut sesuka anda, bebas untuk memepelajari source code, dan merubahnya sesuai yang anda mau, bebas untuk membuat dan medistribusikan program tersebut sesuka anda, dan bebas memodifikasi software tersebut seperti yang anda mau. Dibawah ini adalah kutipan yang saya comot dari situs The Hacker Webzine saat Richard M. Stallman diinterview oleh Ronald Van Den Heetkamp.
....If the program doesn't respect these freedoms, then using it puts you under the power of its developer. By moving to free software, such as the GNU/Linux system, you can live in freedom.
Dengan gagasan tersebut tentunya sangat bertolak belakang dengan apa yang kita kenal dengan nama Copyright, dan tentu saja sejak Richard M. Stallman menggagas ide free software lahirlah suatu nama pesaing Copyright yaitu Copyleft yang berarti kebalikannya. Dan Richard M. Stallman­lah pencetus sistem operasi GNU/Linux, aplikasi yang dibuat oleh Richard M. Stallman antara lain GNU Compiler (GCC), GNU Debugger (GDB) dan salah satu yang sangat terkenal yaitu Emacs. Kalau anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai Richard M Stallman anda bisa membacanya di : http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_stallman.

Selain Stallman, kita akan berkenalan dengan Linus Benedict Torvalds. Hampir seluruh hacker maupun cracker di dunia mengenal nama “Linus Benedict Torvalds”, emangnya tu orang siapa??? Kalau anda belum pernah mendengar nama “Linus Torvalds” saya akan sedikit menceritakan siapa itu om “Linus Torvalds” yang  namanya sangat  me­legenda  di  kalangan   hacker
manapun.
“Linus   Torvalds”   adalah   mahasiswa   dari   Finlandia   yang   hobinya   itu   coding­coding   dan   coding...
(pokoknya cinta bwanget sama komputer). Tapi sayangnya Sistem Operasi pada saat itu sangat  lah
mahal dan di kontrol oleh perusahaan AT&T, dan kode program pembentuk sistem operasi itu atau
sering disebut source code sudah tidak lagi tersedia secara bebas.
Lalu apakah yg dilakukan oleh Linus Torvalds??? yup gara­gara Linus Torvalds tidak mampu membeli
Sistem   operasi   itu   (just   kidding)...dia   moncoba   sistem   operasi   lain   yaitu   MINIX   (Minimal   Unix),
MINIX adalah sistem operasi tiruan yang sangat sederhana seperti Unix, yang dibuat oleh Dr. Andrew
Tanenbaum untuk mengajarkan kepada mahasiswanya tentang cara kerja internal sistem operasi.
Source Code MINIX juga memiliki licensi yaitu “liat boleh, ngotak­atik codenya ta' kemplang koe”
Linus jadi tambah frustasi karna lisensi tersebut. Hhmmm “MINIX mau gw Hack ah...” yup...bang
linus   mempelajari   seluruh   code­codenya   dan   berkat   ke   jeniusannya   Linus   Torvalds   berhasil
menciptakan inti sistem operasi (kernel) yang akhirnya diberi nama Linux (Linux's MINIX) ..
Setelah dia berhasil membuat Inti Sistem Operasi (kernel) ia mengirimkan email untuk mengharapkan
kerjasama   komunitas   untuk   membantu   menyempurnakan   Linux.   Tak   terpikirkan   oleh   bang   Linus
Torvalds ternyata email yg ia kirimkan ke komunitas mendapatkan respon yang sangat menakjubkan.
Programer­programer saling bahu­membahu untuk mengembangkan apa yg telah ia buat. Dan sampai
sekarang ini Linux bisa bersaing dengan sistem operasi lain yang termahal sekalipun.

0 comments:

Post a Comment