Jakarta - Telkom sedang siap-siap mengakuisisi dua perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi komunikasi (TIK). Dana yang disiapkan untuk aksi korporasi tersebut berkisar Rp 500 miliar.
"Akusisinya kami harap bisa rampung sebelum akhir 2009 ini," ujar Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, di sela acara pemasaran bersama Speedy dan YesTV, di Grha Citra Caraka Telkom, Jakarta, Kamis (17/9/2009).
Rinaldi mengatakan, akuisisi dua perusahaan itu akan menambah kapasitas bisnis utama perusahaan. Sayangnya, ia belum bersedia mengungkapkan nama dua perusahaan yang dimaksud. Ia hanya menjelaskan, saat ini proses akuisisi sedang berlangsung pada tahapan uji tuntas (due diligence).
Telkom dalam dua tahun terakhir ini gencar mengakuisisi perusahaan TIK, baik dalam negeri maupun berbasis di luar negeri seperti di Malaysia. Mulai dari perusahaan bergerak di bidang penyimpanan data, layanan call center, layanan teknologi perbankan. "Selagi perusahaan itu bagus dan menunjang bisnis inti perusahaan, kita akan upayakan diakuisisi," ujarnya.
Kriteria akuisisi, diutarakan Rinaldi, bahwa perusahaan yang diambil alih memiliki pangsa pasar yang bisa ditingkatkan, tidak sama dengan anak usaha Telkom. "Dapat mendorong meningkatkan pendapatan perusahaan, dan harga perusahaan yang diakuisisi sesuai," tegasnya.
Saat ini Telkom sedang menuntaskan pembelian 80% saham PT Solusindo Kreasi Pratama (Indonesian Tower), perusahaan penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Bisnis menara Indonesia Tower akan dijadikan satu dengan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) selaku anak perusahaan Telkom.
Rinaldi menegaskan, proses transaksi masih tergantung penyelesaian beberapa kondisi tertentu yang telah disepakati dan disesuaikan. Dalam rencana akuisisi itu Mitratel menunjuk HSBC sebagai financial advisor (penasehat keuangan) dan Melli Darsa & Co sebagai legal advisor (penasehat hukum).
Menurut catatan, Indonesian Tower pada tahun 2008 memiliki menara sebanyak 1.816 unit. Sementara menara yang dimiliki Telkom Grup, bersama Telkomsel, mencapai lebih dari 14.000 unit di seluruh Indonesia.
sumber : detikInet.com
0 comments:
Post a Comment